Asal Muasal Nama Daerah Magelang
![]() |
Magelang jaman dulu |
Dahulu kala, Kerajaan Mataram yang dipimpin oleh Panembahan
Senopati merupakan sebuah kerajaan yang besar dan berjaya. Ketika Panembahan
Senopati ingin memperluas daerahnya, ia meminta pendapat kepada Ki Gede
Pemanahan.
Lalu, mereka sepakat untuk membuka hutan di Kedu. Hutan
tersebut angker dan hampir tidak pernah dijamah manusia. Menurut masyarakat,
hutan tersebut dikuasai oleh kerajaan jin dengan rajanya bernama Jin Sepanjang.
Untuk menaklukkan Jin Sepanjang, ditunjuklah Pangeran Purbaya sebagai Senopati
perang.
Pangeran Purbaya dan tentara Kerajaan Mataram menggunakan
pusaka untuk membuka hutan tersebut. Ketika hutan telah terbuka, terjadilah
pertempuran hebat antara tentara Kerajaan Mataram di bawah pimpinan Pangeran
Purbaya dan tentara kerajaan Jin. Kerajaan jin berhasil dipukul mundur. Namun,
Raja Jin Sepanjang berhasil melarikan diri. Raja Jin Sepanjang berniat membalas
kekalahannya pada kemudian hari.
Dongeng dari Jawa Tengah Asal Usul Magelang
Sementara itu, hutan Kedu telah diubah menjadi sebuah desa
yang berkembang dan memiliki pemandangan indah. Di desa tersebut hidup sepasang
suami istri, yaitu Kyai Keramat dan istrinya Nyai Bogem. Mereka memiliki
seorang putri yang cantik jelita bernama Rara Rambat yang kemudian menikah
dengan salah satu tentara Kerajaan Mataram bernama Raden Kuning.
Suatu hari, Kyai Keramat kedatangan seorang Iaki-laki
bernama Santa yang ingin mengabdi kepadanya. Dengan senang hati, ia menerima
Santa sebagai abdinya. la tidak mengetahui bahwa Santa adalah jelmaan Raja Jin
Sepanjang yang sedang ingin membalas dendam.
Santa menggunakan kesaktiannya dengan menyebarkan berbagai
penyakit. Akibatnya, masyarakat dilanda wabah penyakit yang aneh dan mematikan.
Banyak orang yang meninggal, begitu juga para tentara.
Hal ini menimbulkan keprihatinan Pangeran Purbaya, sehingga
ia segera melaporkannya kepada Panembahan Senopati. Lalu, Panembahan Senopati
bertapa dan mengadakan kontak dengan Ratu Pantai Selatan. Usai bertapa,
Panembahan Senopati menyampaikan nasihat dari Ratu Pantai Selatan kepada
Pangeran Purbaya.
Kemudian, Pangeran Purbaya menemui Kyai Keramat. Alangkah
kagetnya Kyai Keramat ketika diberitahu bahwa abdinya yang bernama Santa adalah
jelmaan Raja Jin Sepanjang yang telah menyebabkan kesengsaraan rakyat. Santa
yang mendengar percakapan Pangeran Purbaya dan Kyai Keramat pun melarikan diri.
Kyai Keramat mengejarnya, sehingga terjadilah pertempuran. Ternyata, kesaktian
Santa dapat mengalahkan Kyai Keramat hingga Kyai Keramat pun gugur.
Pangeran Purbaya sangat sedih dengan kematian Kyai Keramat
dan memerintahkan untuk menguburkan jenazah Kyai Keramat di daerah tersebut.
Daerah itu kemudian dinamakan Desa Keramat.
Mendengar kematian suaminya, Nyai Bogem sangat marah. la mengejar Santa dan terjadilah perkelahian. Nyai Bogem dapat dikalahkan oleh Santa dan gugur. Pangeran Purbaya memerintahkan untuk memakamkan jenazah Nyai Bogem di daerah tempat ia gugur dan menamakan desa tersebut sebagai Desa Bogeman.
![]() |
alun-alun Magelang jaman dulu |
Mendengar kematian suaminya, Nyai Bogem sangat marah. la mengejar Santa dan terjadilah perkelahian. Nyai Bogem dapat dikalahkan oleh Santa dan gugur. Pangeran Purbaya memerintahkan untuk memakamkan jenazah Nyai Bogem di daerah tempat ia gugur dan menamakan desa tersebut sebagai Desa Bogeman.
Kematian Kyai Keramat dan Nyai Bogem membuat Pangeran
Purbaya memerintahkan Tumenggung Martoyuda untuk menangkap Raja Jin Sepanjang.
Namun, ternyata Raja Jin Sepanjang dapat mengalahkan Tumenggung Mertoyuda.
Mertoyuda dimakamkan di daerah tempat terjadinya pertempuran tersebut yang itu
kemudian dinamakan Desa Martoyuda.
Raden Krincing yang merupakan salah satu senopati di
Kerajaan Mataram merasa terpanggil untuk ikut membantu membinasakan Raja Jin
Sepanjang. Namun, sayang la pun tewas. Pangeran Purbaya memerintahkan untuk
menguburkan jenazahnya di tempaf pertempuran tersebut dan menamakan daerah itu
dengan Desa Krincing.
Kematian demi kematian membuat Pangeran Purbaya semakin
berniat menghancurkan Santa alias Raja Jin Sepanjang. la memerintahkan
pasukannya untuk mengejar Santa.
Santa lari ke dalam hutan menghindari serangan tersebut.
Dengan kesaktiannya, Pangeran Purbaya dapat melihat Santa dari atas sebuah
pohon yang tinggi. la segera menyerang Santa, sehingga terjadilah perkelahian
sengit. Ternyata, kesaktian Pangeran Purbaya Iebih hebat daripada Santa.
Akhirnya Santa tewas di tangan Pangeran Purbaya. Seketika
itu juga, langit menjadi gelap-gulita seiring dengan kematian Raja Jin
Sepanjang. Ketika Raja Jin Sepanjang menghilang dan perlahan-lahan hutan
menjadi terang kembali. Daerah tempat Santa tewas tersebut kemudian diberi nama
Desa Sanfan.
Raja Jin Sepanjang menghilang dan menjelma menjadi sebuah
tombak. Pangeran Purbaya tidak berminat terhadap tombak tersebut, karena
berasal dari makhluk yang tidak baik. la memerintahkan untuk menanam tombak
tersebut ke dalam tanah. Kini tempat tersebut dinamakan Desa Sepanjang.
Pertempuran yang dilakukan oleh Pangeran Purbaya dan tentara
Mataram dalam melawan Santa menggunakan strategi gelang. Strategi gelang adalah
mengepung musuh dengan cara melingkar, mengelilingi musuh dengan rapat. Oleh
karena itu, Pangeran Purbaya menamakan daerah ini Magelang.
sumber klik disini
No comments: